Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Mengatasi Rasa Takut Berbisnis

Memulai bisnis bukan perkara gampang. Rasa takut akan kegagalan pasti membayangi Anda. Hal ini semestinya tidak dijadikan penghalang untuk mencapai tujuan. Berikut langkah-langkah untuk meminimalisir rasa ketakutan. 1. Fokus pada skenario terbaik Anda harus fokus terhadap "skenario" terbaik yang telah Anda pikirkan dan rencanakan. Berhenti membayangkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi dalam mencapai tujuan. Jika Anda tetap khawatir maka Anda akan lebih mudah menyerah. Teruslah mencoba sampai Anda mencapai tujuan. 2. Realistis Mengetahui bahwa setiap tujuan tidak dapat dicapai dengan waktu yang sebentar. Mungkin dibutuhkan waktu yang berbulan-bulan bahkan tahunan sampai Anda melihat hasil yang solid. Jika Anda belum mencapai hasil yang diinginkan dalam bulan-bulan pertama, jangan menyerah dan tetap berusaha. 3. Mendapatkan dukungan Cari orang-orang yang dapat mendukung Anda dan bisa memberi masukan yang positif untuk Anda. Sebuah support akan membantu Anda lebih bersemangat dalam mencapai tujuan. 4. Rencana Anda harus memiliki rencana matang. Memiliki rencana yang baik di awal dapat mengurangi stress. Sebuah rencana akan membuat Anda merasa tenang dan membantu Anda lebih fokus pada tujuan.

10 langkah menjadi entrepreneur

STEP 1, START WITH A DREAM Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan keyakinan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan kerterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’. STEP 2, LOVE The Products or Services Cintailah produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan kepada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Setiap awal usaha selalu akan ada banyak halangan ataupun kesulitan yang bertubi tubi, kecintaan akan produk kita yang akan membuat kita bekerja keras dengan senang hati. Enthusiastism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan kita akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru. STEP 3, Learn The BASICS of BUSINESS. Pelajarilah fundamental business. : BEYOND THE *buy low, sell high, pay late, collect early. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik.Carilah -guru- yang baik. STEP 4, Willing to Take CALCULATED RISKS. Ambilah resiko. The gain that you will be able to achieve is directly proportional to the risk taken: Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan entreprenneur dengan manager. Entrepreneur lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan untuk mengatur perusahaan yang telah maju. STEP 5, Seek Advice, But Follow Your Belief. Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata hati kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan “indera ke enam” nya. STEP 6, Salesmanship and Customer Understanding. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci-sukses. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangakan usaha pada fase itu. STEP 7, Work HARD, 7 Days a Week, 18 Hours a Day. Kerja keras. Ethos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan businessnya. Me-lamun-kan dan memimpikan kerjanya. STEP 8, Make Friends As Much As Possible. Bertemanlah sebanyak-banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit lebih mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit. STEP 9, Deal With FAILURES. Hadapi kegagalan Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidaklah mematikan. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana sampai itu terjadi, bersiaplah dan hadapilah! STEP 10, Just Do It, NOW! Lakukanlah sekarang juga. Bila Anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan: READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM!. Putuskan dan kerjakan sekarang, kerena besok bukanlah milik kita.

3 Elemen Bisnis

Intisari materi ini diambil dari buku E-Myth, karangan Michael Gerber. Materi dimodivikasi dengan gaya bahasa yang lebih mudah dan sederhana.
Michael Gerber melakukan survei dari 1 juta UKM di US. Berikut datanya...

40% Bisnis jatuh (tutup) di tahun ke 2;

80% jatuh di tahun ke 5;

96% jatuh di tahun ke 10;

Hanya 4% yang mampu bertahan, Kenapa?

Sebelum menjawab, mari kita kenali 3 elemen bisnis dalam diri kita:
1. TEKNISI (T), "hidup di masa SEKARANG", seperti koki di RM, montir di bengkel, banci di salon. Tanpa T, bisnis tak jalan!

2. MANAJER (M), "hidup di masa LALU", menganalisa data-data atau laporan, guna melakukan efisiensi dan menyelesaikan masalah.

3. ENTREPRENEUR (E), "hidup di masa DEPAN", melihat dan mencari peluang, merencanakan, berkreasi, inovasi, pemimpi!


Ketiga elemen itu ada dalam diri kita sebagai seorang pebisnis, hanya saja prosentasinya berbeda-beda. Awal berbisnis, mungkin komposisinya T=70%, M=20%, E=10%. Bacalah kisah berikut ini...
Quote:
Spoiler for KISAH:
Joko adalah seorang montir. Karena keahliannya memperbaiki motor, Joko membuka bengkel motor JOKO MOTOR. Apa yang terjadi jika Joko tetap mempertahankan komposisi itu? Apalagi NAMA Joko adalah MEREK dari bengkel tersebut.



Awalnya mungkin Joko bangga karena pelanggan sangat (dan hanya) percaya pada Joko. Jika Joko sakit, pelanggan memilih menunggu. Awalnya mungkin Joko enjoy-enjoy saja, namun setelah 1-2 tahun, mulai kejenuhan itu datang. Bengkel itu adalah Joko! Joko sakit, bengkel sakit. Tak selesai disitu, karena terlalu bangga dengan kemampuan teknis, Joko jadi lupa tentang 'servis'. Tempat tak nyaman, layanan buruk.



Mulailah tetangga samping membuka bengkel serupa. Montirnya mungkin tak sehebat Joko, namun saat Joko sakit, saatnya mereka menyusup. Ternyata not bad juga tuh, apalagi servisnya lebih bagus, ruangan aircon, teh atau kopi gratis. Mulailah pelanggan berpaling.



Joko merasa kebakaran jenggot, "Kurang ajar bengkel sebelah, nyerobot pelangganku!". Kafilah tetap berlalu... Sementara Joko masih pede (campur sombong) menepuk dada, "Gak ada montir sebagus gue nih...". Insyaf bro...! Tak berapa lama, bengkel tetangga membuka cabang di tempat lain, lebih besar, lebih nyaman, lebih komplit alat-alatnya! Branding adalah keterlihatan, makin banyak cabang, makin terlihat. Sementara bengkel Joko hanya 1, tetap kumuh dan arogan. Bengkel Joko tanya ke orang 'pinter', katanya ditutupi 'makhluk halus'. Ehh... percaya juga! Kemenyan dan sesajipun tetap tidak mempan.



1 tahun 9 bulan 10 hari, TUTUP deh! Dasar nasib Teknisi...



Itulah balada Teknisi yang selalu menepuk dada, tak mau mentransformasi dirinya. Harusnya bagaimana?


Jika Anda mau terhindar dari tragedi teknisi, Anda harus mentransformasi diri Anda dari T ke M dan kemudian ke E!

Tidak ada patokan akurat berapa lama harus bertahan di posisi T sebelum pindah ke posisi M dan E. Tergantung titik awal masing-masing orang. Untuk pemula, usahakan sebelum 2 tahun sudah mulai mengurangi porsi di T dan mulai beralih ke M. Buatlah sistem!

Faktor penghambat seseorang pindah dari T ke M atau E adalah EGO, karena merasa tidak ada sepandai dirinya. "Tak ada yang bisa membuat masakan seperti punyaku". Come on sis, pesawat terbang saja sudah bisa dibuat, apalagi sekedar pindang!

Jika dulu Anda berucap, "Kalo gak ada AKU, gak jalan"...

Saatnya berucap,"Kalau gak ada KAMU, gak jalan" --> sambil menepuk bahu Teknisi kita. Itulah tahap Manajer

Kalau Entrepreneur? "Aku gak mau tahu, pokoknya harus jalan!" he he he....

Katakanlah di tahun kedua Anda bisa transformasi menjadi 20%T, 50%M, 30%E, itu sudah bagus... Caranya? Mulai ikuti training manajemen, delegasikan pekerjaan teknis kepada bawahan Anda yang teknisi.

Di tahun ke 3, 0%T, 20%M, 80%E, kerja Anda bermain golf, ikut pameran, asosiasi, training, membaca tren melalui majalah, networking.

Sekali lagi, tak ada patokan brapa lama Anda harus melakukan transformasi. Resiko jika Anda terlalu lambat melakukan transformasi adalah mengalami kejenuhan (kehilangan momentum) dan tak dapat melihat peluang.

Bisakah langsung lompat ke E? Bisa saja, beli franchise yang benar-benar memiliki sistem yang sudah stabil atau rekrut orang-orang yang kompeten di bidangnya. Tentu saja semua itu ada harganya.


Sekali lagi, kuncinya ada di EGO dan KESOMBONGAN, termasuk juga KETIDAKPERCAYAAN terhadap orang lain!


Teknisi bangga, bisa menyelesaikan masalah sendiri...

Manajer bangga, bisa menyelesaikan masalah melalui orang lain...

Entrepreneur bangga, masalah selesai tanpa ia tahu ada masalah!
 

Kenapa Harus Punya Bisnis ?

Mungkin, pertanyaan kayak gini pernah muncul di diri agan-agan sekalian, dan bisa jadi jawaban yang ditemuin malah samar atau ngga jelas. Kebanyakan sih karena kita emang ga tau atau ngga mau tau lebih jauh

Yang penting, sekolah selesai, cari kerja yang bagus dan dapetin gaji gede

Padahal punya bisnis itu penting, meski kita udah bekerja. Ini dia alesannya gan

#gak ada yang tau kapan agan pensiun atau dipensiunkan.
Klasik banget nih, padahal pensiun itu bisa di usia muda atau di usia normal pensiun, bisa sendiri atau dipensiunkan perusahaan. Kebayang ngga, lagi enak kerja tiba-tiba gaji ilang dan kita ngga punya sumber pengganti gaji. Nah disini pentingnya punya bisnis gan!

#pengurangan orang sering jadi solusi ketika kondisi perusahaan susah
Ini yang paling ribet, kita bisa kehilangan pekerjaan karena perusahaan perlu ngurangin biaya operasional, padahal kita udah loyal. Hasilnya, gaji ilang dan obatnya cuma satu, uang pengganti gaji dari bisnis yang dijalani

#bisnis ga bisa langsung hasilkan uang
Bisnis sampe bisa menghasilkan uang itu butuh waktu dan ketekunan, persis kayak memlihara taneman, dari kecil ampe gede disayang-sayang. Karena bisnis tuh berkembangnya butuh waktu, makanya mulai dari sekarang harus punya bisnis, jadi sedia payung sebelum hujan gitu.

#Pengangguran makin banyak
Sekarang saingan makin banyak tapi kerjaan belum tentu tersedia. Sedih juga, pas jaman sekolah agan susah trus pas selesai sekolah malah sulit cari pekerjaan. Makanya berbisnis bisa jadi satu solusi mandiri buat masyarakat kita karena membuka lapangan kerja baru. Kita bisa ngembangin diri dan ikut membantu orang lain juga, dobel manfaat deh.

Jadi gimana gan, udah kepikir pengen punya bisnis? Atau malah udah jalanin bisnis nih? Share bareng yuk, kita diskusi bebas tentang pentingnya punya bisnis. Oke gan, sekian dulu pembuka dari ane, ditunggu ceritanya yaaaaa

[Kisah Inspiratif] BERIKAN DAN LUPAKAN..!!!

Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorang dokter. ''Istri saya sakit,'' terdengar suara minta pertolongan. ''Dia sangat membutuhkan dokter segera. Si dokter menjawab, ''Dapatkah bapak menjemput saya sekarang ? Mobil saya sedang masuk bengkel.'' Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. ''Apa ?!'' katanya dengan marah. ''Saya harus pergi menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?'' ##### Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Kita senantiasa meminta sesuatu kepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kita tak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa. Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Seperti halnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu sebelum meminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual, Anda pun harus memberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalan jasa Anda. Inilah konsep ''memberi sebelum meminta'' yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal ''memberi sebelum meminta'' adalah sebuah hukum alam. Kalau Anda ingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain. Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantui perasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang ''miskin'' dalam arti yang sesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia, energi itu tak akan hilang. Ia pasti kembali kepada Anda.




Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan perbuatan baiknya langsung dari orang yang ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Dengan melakukan hal itu, Anda justru membuat bantuan tersebut menjadi tak bernilai. Anda mempraktikkan manajemen ''Ada Udang Di Balik Batu.'' Anda tak ikhlas dan tak tulus. Ini pasti segera dapat dirasakan oleh orang yang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih menciptakan kepercayaan pemberian Anda malah akan menghasilkan kecurigaan.

Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti sang surya yang memberi tanpa mengharapkan imbalannya. Untuk itu tak cukup memberikan harta saja, Anda juga harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yang paling dalam. Jangan pernah memikirkan imbalannya. Anda hanya perlu percaya bahwa apapun yang Anda berikan suatu ketika pasti kembali kepada Anda. Ini merupakan suatu keniscayaan, suatu hukum alam yang sejati.

Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipe orang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalah orang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untuk orang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun-ia berada.

Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri, tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lain bahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsep mementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalu memberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain, banyak orang yang akan menghormati dan membantu Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnya sedang berbuat baik pada diri Anda sendiri.

Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk menolong anak-anak terlantar dan orang-orang miskin ? Ini pun sebenarnya adalah tindakan ''mementingkan diri sendiri dengan cara mementingkan orang lain.'' Anda mungkin tak setuju dan mengatakan, ''Bukankah saya tidak mendapatkan apa-apa. Saya kan bekerja dengan sukarela" .Memang benar, Anda tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapi apakah Anda sama sekali tidak mendapatkan apa-apa? Jangan salah, Anda tetap akan mendapatkan sesuatu yaitu kepuasan batin. Kepuasan batin inilah yang Anda cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan hal ini.

Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalah untuk kepentingan kita sendiri. Orang-orang yang egois sama sekali tak memahami hal ini. Mereka tak sadar bahwa mereka sedang merusak diri mereka sendiri.

Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa kesuksesan dan kebahagiaan baru dapat dicapai kalau kita membuat orang lain senang, menang, dan bahagia. Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmati kemenangan kita dalam jangka panjang. Inilah hukum Menang-Menang (win-win) yang berlaku dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja.

 
Rasa terindah dalam hidup adalah disaat kehadiranmu menjadi sangat berarti utk orang lain

7 Cara Mengembangkan Kreatifitas Diri

1.Amatilah sesuatu yang dikenal
Amatilah sesuatu kurang lebih 10 menit, dan gambarkan kembali apa yang Anda ingat. Tujuannya adalah untuk melatih dan mempertajam ingatan Anda. Jangan berhenti pada visualisasi saja lho, semua indera juga dapat membantu Anda dalam membangun kreatifitas karena smua indera yang ada pada diri kita memperoleh masukan sepanjang hari. Ingat, membangun kreatifitas berarti mempertajam pikiran, dan itu berarti juga meningkatkan kepekaan pengindraan pada diri kita.
2. Jangan menunda pekerjaan
Wahh… makannya jangan suka malas, karena salah saatu hal yang mengherankan tentang ide-ide adalah bahwa otak dapat diperintah untuk bekerja dengan autopilot (emangnya kapal ato pesawat dong yang bisa pke autopilot.. hehe). Jika Anda memberinya gagasan-gagasan dasar dan rangsangan yang cocok, akhirnya otak akan memunculkan gagasan-gagasan yang dapat diteruskan. Namun ada kecendrungan apabila dihadapkan pada persoalan, maka Anda akan menunda sampai menit terakhir, dengan dalih bahwa otak akan berkerja secara optimal kalau dalam keaadaan terdesak. Dan itu memang ada benarnya, karena ketegangan batas waktu mempersatukan pikiran dengan baik sekali. Tetapi Anda tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada otak untuk menghasilkan pekerjaan yang optimal. Jika Anda mengerjakan jauh hari sebelum batas waktu, tidak berarti ente harus merampungkan, tetapi hanya memberi masukan yang leebih baik kepada diri sendiri untuk menyadari dimensi-dimensi lain dari keadaan yang ente hadapi.

3. Pejamkan mata dan biarkan pikiran mengembara
Berkhayal juga bisa menghasikan ide lho, dengan cara membiarkan alam tak sadar Anda mengerjakan sesuatu dan biarkan pikiran anda mengembara akan dapat menjadi sangat efektif. Tapi awas jangan mikir yang macem2 ya.

4. Ambillah sudut pandang orang lain
Hmm.. untuk poin ini didasarkan atas andaikata. Artinya, Anda mencoba untuk menempatkan diri pada posisi orang lain untuk mengetahui reaksi seseorang atas tindakan yang Anda ambil.
5. Melakukan curah-gagasan
Dengan melakukan curah-gagasan atau bahasa kerenya brainstorming dapat memudahkan Anda untuk mendapatkan banyak gagasan dengan cepat. Proses ini berlandaskan anggapan bahwa sekelompok orang yang bekerja bersama dibawah pimpinan yang baik dapat memunculkan jauh lebih banyak ide dan kemungkinan daripada bekerja masing-masing.
6. Belajar menjadi seorang inovator yang baik
Anda harus selalu mencari, menyesuaikan dan mengimplementasikan ide-ide, baik yang baru maupun yang lama. Anda dapat melakukannya dengan membaca, survei, penelitian ataupun diskusi.
7. Ubahlah kebiasaan dan citra diri
Untuk bisa seperti itu, jadilah orang yang progresif, kembangkanlah atribut-atribut dan motivasi yang di butuhkan. Tuangkanlah ide Anda dalam bentuk tulisan dan terimalah perubahan dan tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka atau bahasa machonya with arm open dengan begitu biasakanlah berpikir terbuka dan fleksibel

6 Lifestyle Penyebab Stres

Lifestyle Penyebab Stres Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi stres? Berlibur atau belanja? Ada berbagai aktivitas lain yang pasti membantu Anda melupakan masalah yang membuat Anda depresi.

Setiap orang pasti pernah stres dan hal itu wajar. Namun tanpa pernah disadari, gaya hidup yang Anda jalani juga membuka peluang lebih besar untuk stres. lifestyle seperti apa yang berpotensi membuat seseorang menjadi stres?


Terlalu banyak bekerja tanpa keseimbangan


Anda mengaku seorang workaholic? Tidak masalah jika workaholic itu berjalan seimbang dengan kehidupan Anda yang lain seperti melakukan olahraga, hobi atau hal-hal di luar pekerjaan. Bekerja giat tanpa jeda sangat memungkinkan untuk membuat Anda stres. Karenanya, meskipun Anda memiliki jadwal sibuk selipkan dalam kesibukkan Anda sedikit aktivitas yang Anda sukai dan tidak perlu harus keluar kantor.


Gaya Hidup yang monoton


Walaupun tidak membuat Anda pusing tujuh keliling, namun jadwal kegiatan yang monoton dan rutin dapat 'mengeringkan' emosi atau suasana hati Anda. Rutinitas membuat Anda seperti dalam hidup dalam auto mode dan membuat Anda tidak bisa menikmati hari-hari Anda. Anda menjadi sensitif, merasa buntu, sehingga stres tersebut muncul. Pecahkan rutinitas kehidupan Anda agar hidup lebih dinamis. Misalnya merubah posisi meja kantor Anda. Tidak ada Supportive Resources

Baiklah, Anda memang person in charge, tapi Anda kan tidak bekerja sendirian saja. Menampuk tanggung jawab besar sangat mungkin membuat Anda terbebani. Pemikiran seperti "Jika Anda cuti sehari, maka semua pekerjaan menjadi berantakan" justru membuat Anda stres dan depresi. Percayalah kepada rekan-rekan Anda. Jika pekerjaan Anda terlalu banyak, mengapa tidak Anda delegasikan saja tugas tersebut kepada rekan Anda?! Beban Anda akan berkurang.


Kurang dukungan sosial


Sama halnya seperti rekan kerja yang bisa meringankan beban tanggung jawab, Anda juga membutuhkan a shoulder to cry on untuk mencurahkan beban emosional Anda.

Keterasingan tanpa memiliki seseorang sebagai tempat untuk bercerita ketika Anda mengalami masalah, bisa menjadi faktor pendorong stres.


Tidak ada waktu untuk hobi


Sebagai seseorang yang sedang mengejar karier, sepertinya waktu untuk melakukan hobi seakan terasa seperti membuang waktu saja. Anda lebih memilih memanfaatkan waktu luang sebagai ajang untuk melobi kepada atasan atau merencanakan proyek di masa depan. Padahal hobi sangat baik agar Anda merasa rileks dan santai. Mereka yang memiliki lifestyle yang tidak pernah meluangkan waktu untuk santai atau relaksasi cenderung cepat stres ketika menghadapi masalah.


Kurang tidur


Orang biasanya tidak menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan waktu tidur. Padahal jika Anda kurang tidur, Anda menjadi tidak konsentrasi, tidak produktif dalam bekerja, dan cepat emosi ketika mengatasi masalah. Jika hal ini berlangsung secara terus menerus, bukan tidak mungkin Anda mengalami stres.


Kurang waktu luang


Bagian dari pola hidup sehat adalah memiliki waktu luang. Manfaatkan sebaik-baiknya waktu luang Anda dengan aktivits yang menyenangkan. Aktivitas tersebut dapat memberikan selingan segar dari masalah-masalah dalam hidup Anda.

Liburan bisa menjadi salah satu jawabannya. Liburan dapat membuat Anda bisa meng-eksplore diri lebih dalam dan menemukan sisi baru dari diri Anda. Bagi Anda yang belum pernah liburan, ambil cuti sekarang dan pergi berlibur!
 
     

Cara Mengetahui Kondisi Hati Seseorang

Untuk Memahami Perasaan Seseorang, Kita Perlu Memperhatikan Beberapa Hal, Seperti :

1. Perhatikan Ekspresi Wajah ( Mimic Wajah )
2. Perhatikan Tingkah Lakunya
3. Perhatikan Cara Berbicaranya
4. Perhatikan Emosinya
5. Perhatikan Mata
6. Rasa Percaya Target Sangat dibutuhkan.

Kita Akan Bahas Satu Persatu Agar Dapat dimengerti Oleh Kalian Semua :

1. Perhatikan Ekspresi Wajah



Kenapa Harus Memperhatikan Raut Wajah ? Karena Raut Wajah Sangat Berpengaruh, Apabila Raut Wajahnya Menggambarkan Suasana Hati Yang Ceria, Maka Dengan Mudahnya si Target Akan Bercerita, Mau Tahu Kenapa ? Karena Suasana Hati Sangat Mempengaruhi Perilaku, Sebagian Besar Orang Akan Sangat Mudah Dipengaruhi Ketika Suasana Hatinya Senang. Sebagai Contoh, Ketika TS Senang lalu Teman TS Memaksa untuk Bercerita, Maka dengan Senang Hati TS Akan Bercerita. Tapi Bagi Sebagian Orang yang Tidak Biasa Cerita dengan Teman Selain Teman Curhatnya Maka Akan Lebih Sulit Dipaksanya. Dengan Begitu Dapat Disimpulkan Bahwa Raut Wajah Juga Media Untuk Memahami Perasaan Orang Lain.

2. Tingkah Laku


Kenapa Juga Tingkah Laku Perlu di Perhatikan ? Karena Dengan Tingkah Laku Juga Dapat Menggambarkan Isi Hati Orang Lain. Sebagai Contoh, Apabila Target Memilih Untuk Memisahkan Diri Dari Kawanan Teman - Temannya, Dapat Bertanda Target Sedang Membutuhkan Waktu Untuk Sendiri Tepatnya Untuk Berpikir, Tetapi Apabila Target Selalu Dekat Dengan Kawanannya, dan Juga Selalu Menanggapi Topik yang Sedang dibahas, Dapat Berarti Target Sedang Baik - Baik Saja. Apabila Target Memisahkan Diri Dari Kawanannya, Sebaiknya Anda Langsung Memberi Rasa Perhatian Kepada Target Agar Dia Mau Bercerita atau Merasa Lebih Baik.

3. Cara Bicaranya
 

 Cara Bicara Dapat Juga Berpengaruh Terhadap Pemahaman Hati, Kenapa ? Karena dengan Bicara Juga Dapat Menggambarkan Suasana Hati si Target. Sebagai Contoh, Ketika Target Berbicara Sangat Jutek atau Membuat Pendengar Merasa Sakit Hati, Berarti Suasana Hati Target Sedang Tidak Enak, dan Sebaiknya Anda Jangan Merasa Tersakiti Oleh Perkataannya, Tapi Apabila Target Berbicara Lemah Lembut, Serta di Sertai dengan Memberi Perhatian Dapat Berarti Target Sedang Merasa Bahagia.

4. Perhatikan Emosinya


Ketika Seseorang Emosi, Logika Mereka Tidak Berjalan, Sebaiknya Orang yang Sedang Emosi Agak diberi Sedikit Ruang untuk Berpikir, Setelah Dia Merasa Lebih Baik, Barulah Kita Beri Pengertian.

5.Perhatikan Mata


Kebohongan atau Kejujuran Mata

Kenapa Perlu ? Apabila Target Hubungannya Sudah Dekat Sekali dengan Kita, Biarpun Target Berbohong, Kita Akan Dapat Merasakannya, Biarpun Itu Hanya Sedikit, Jadi Mata Sangat Berpengaruh untuk Memahami Perasaan.

6. Rasa Percaya Target Sangat dibutuhkan


Rasa Percaya Target

Untuk Apa ? Rasa Percaya Target Sangat dibutuhkan, Karena Apabila Target Percaya Maka Dia Akan Langsung Bercerita Kepada Anda Tentang Perasaannya Saat Itu.

7. Keadaan Sekitar


Keadaan Sekitar Juga Dapat Mempengaruhi Target, Karena Tidak Semua Orang Ingin Bercerita Ke Orang yang Kurang dikenalnya Oleh Karena Itu Tunggulah Sampai Ruangan Sepi, dan Tenang.      

Kebiasaan Orang Sukses mari kita pelajari !!!

Banyak orang ingin sukses. Tapi bingung bagaimana mewujudkan dan juga apa yang harus dilakukan. Cara paling mudah tentunya adalah mengikuti persis apa yang mereka lakukan sebagai kebiasaan.


Kesuksesan adalah obsesi setiap insan di dunia ini. Dan apapun akan dilakukan untuk meraih sukses ini. Mungkin banyak yang masih bingung, bagaimana sih mencapai sukses itu ? Apakah harus selalu bekerja keras, pantang menyerah dan tidak mengenal lelah ?

Menurut David C. Clelland, seorang profesor di Amerika yang mendalami perjalanan orang?orang sukses, orang yang sukses adalah orang?orang yang tidak pernah berhenti mencoba, sekalipun awalnya mereka harus menemui kegagalan. Untuk lebih jelasnya, coba ikuti apa saja yang dilakukan oleh orang?orang sukses berikut ini. Siapa tahu anda bisa sukses seperti mereka.

- Orang sukses selalu percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia dengan niat ibadah.
Mereka memandang sebuah dunia yang besar ini dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai ketrampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa ketrampilan ini memberi nilai lebih kepada ketrampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

- Orang sukses mau mengambil resiko dan berusaha mengatasinya.
Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang. Serta gesit mencoba sesuatu yang baru untuk mengikuti perkembangan zaman, sepanjang jalan yang dilewati positip.

- Orang sukses mampu menikmati apa yang mereka kerjakan.
Mereka selalu melihat pekerjaan sebagai HOBY atau KESENANGAN. Mereka juga memilih pekerjaan yang dapat melecut semangat juang mereka. Karena orang sukses menyukai tantangan. Mereka sangat menikmati proses pencapaian kesuksesan mereka, dimanapun mereka berada.

- Orang sukses adalah orang yang tak pernah berhenti belajar.
Mereka sangat menyadari bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah berakhir sekalipun kehidupan nyaris berakhir. Ilmu pengetahuan bisa didapat dari buku?buku pengetahuan, surat kabar, majalah, televisi, internet dan lainnya. Jangan khawatir, di jaman teknologi dewasa ini anda tidak akan kekurangan media untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Ingat, dengan pengetahuan yang cukup, anda akan semakin percaya diri dan leluasa melangkah di dunia kerja.

- Orang sukses selalu berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan.
Mereka mampu menyemangati diri sendiri untuk berhasil meraih sukses. Karena umumnya orang sukses punya cara tersendiri untuk memotivasi diri hingga mereka dapat terus berkarya. Hebatnya, mereka pun mampu menyemangati orang lain untuk mencapai sukses yang diinginkan.

-Orang sukses tidak pernah setengah?setengah dalam bekerja.
Mereka memiliki semangat yang membara dan kekuatan yang penuh untuk mencapai kesuksesan. Mereka pandai memfaatkan waktu dengan baik dalam kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.

Nah apakah anda juga ingin sukses? Kalau anda ingin sukses coba saja mengikuti apa yang sering dilakukan oleh mereka yang sukses. Hasil urusan belakang yang penting sudah berusaha berdo'a dan berihtiar nikmati aja prosesnya. Siapa tahu, sukses itu jadi milik anda.

Faktor Penyebab Kegagalan

Kebalikan dari sikap kaku adalah kemampuan menyesuaikan diri. Kecakapan dalam kepemimpinan (Leadership Agility) bisa didefinisikan sebagai kemampuan untuk bekerja dengan gaya berbeda-beda dan dengan orang dari berbagai jenjang atau jenis profesi, dari seorang penjual asongan di jalanan hingga manajemen puncak di sebuah perusahaan multinasional. Kecakapan seperti ini selalu menuntut empati dan penguasaan emosi diri. Kita semua membutuhkan kecakapan kepemimpinan dan proses pembelajaran.

Sebaliknya tidak adanya kecakapan kepemimpinan seperti tadi membuat orang menjadi sangat sulit mengembangkan dirinya. Dan akan menjadi hal yang bisa dimengerti jika kemudian orang tersebut bisa dipastikan akan selalu mengalami kegagalan.

Perbedaan tajam yang muncul diantara orang-orang yang sering meraih sukses dan mereka yang kerapkali mengalami kegagalan adalah dalam sejumlah kecakapan emosi utama yang bisa dibaca pada penjelasan di bawah ini.

Pengendalian Diri
Mereka yang kerap kali mengalami kegagalan bisa dipastikan memiliki kebiasan buruk saat bereaksi terhadap tekanan. Sering terlihat bermuka masam dan marah-marah. Sedangkan orang-orang yang sering meraih sukses akan tetap tegar saat menghadapi tekanan, selalu bersikap tenang karena kepercayaan dirinya yang tinggi. Dan dipastikan bisa menjadi tempat bergantung saat situasi krisis makin memuncak.

Lapang Hati
Para pecundang sering kali lebih memilih sikap membela diri terhadap kegagalan dan kritik. Cenderung menyangkal, menutupi, bahkan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Sedangkan para bintang kinerja lebih memilih bersikap bertanggung-jawab dan mengakui kesalahan serta kegagalan mereka sendiri. Lalu mereka mengambil tindakan yang lebih bijaksana untuk memperbaiki kesalahan dan terus maju tanpa dibebani kegagalan yang sudah dilalui.

Dapat Dipercaya
Orang-orang gagal biasanya terlihat begitu ambisius, bersikap berlebihan untuk maju hingga cenderung mengorbankan orang lain. Lain halnya dengan orang-orang sukses. Mereka memiliki integritas tinggi, sangat peduli terhadap orang-orang yang menjadi tanggung-jawabnya, terhadap sesamanya, terlebih terhadap tugas-tugasnya. Mereka selalu berusaha mengedepankan kepentingan tersebut dari pada keinginan untuk menonjolkan diri. Bagi mereka, sukses hanyalah efek sampingan. Bukan sebagai tujuan.

Kepedulian Pada Orang Lain
Para pecundang tidak mempunyai empati dan kepekaan, karena itu sering tampak kasar, angkuh, dan bila perlu akan menekan orang-orang yang ada dibawahnya. Seandainya pada suatu waktu mereka tampak bersikap manis, itu tidak lebih hanya kepura-puraan belaka yang tentu saja dengan tujuan tertentu dibalik sikap manisnya itu. Sebaliknya orang-orang sukses lebih memiliki sifat empatik, lebih peka, dan lebih tulus dalam berhubungan dengan siapapun. Baik kepada orang-orang yang berada dalam kepentingannya ataupun yang bukan.

Membangun Hubungan dan Mengatasi Perbedaan
Ketidak-pekaan dan sikap manipulatif pada kelompok pecundang sudah mengisyaratkan bahwa mereka telah gagal membangun jaringan kerja sama yang kuat dan hubungan yang saling menguntungkan. Sebaliknya para bintang kinerja lebih bisa menghayati perbedaan sehingga mampu untuk bekerja-sama dengan siapapun.

Quote:
Janganlah Pernah Berpikir Menjadi Pecundang

Hal Penting Sebelum Memulai Bisnis

Mencari pekerjaan saat ini bukanlah hal yang gampang. Mungkin dengan menciptakan bisnis bisa menjadi salah satu bidang karir yang menjamin kelangsungan hidup Anda.

Namun, sebelum memutuskan untuk menciptakan sebuah bisnis, ada hal-hal yang harus diketahui sebelum membentuk sebuah usaha.
Berikut ini beberapa hal yang harus Anda lakukan ketika telah memiliki bisnis.

Komitmen
Bisinis apapun yang ingin dijalankan, perlu adanya sebuah komitmen dalam diri. Komitmen tersebut yang membuat bisnis dapat berkembang dan dipercaya oleh konsumen. Misalkan, Anda bisnis katering dan telah bekerjasama dengan satu perusahaan untuk melayani makan siang di perusahaan tersebut, Anda harus komitmen setiap harinya menyediakan makanan. Pastikan konsumen puas dengan rasa makanan dan kebersihan, serta ketepatan waktu. Jangan sampai makanan tiba saat jam makan siang telah usai.

Jalankan secara profesional
Sekecil apapun bisnis Anda, tetap memiliki regulasi dan kebijakan tersendiri. Anda harus memiliki prosedur, memiliki tim kerja dengan jabatannya masing-masing serta memiliki klien. Catat dan simpan semua dokumen yang berhubungan dengan bisnis Anda untuk bisa di-review setiap bulan atau tiga bulan sekali.

Bekerjasama dengan orang yang handal
Sangat baik, di dalam melakukan bisnis, Anda bekerjasama dengan orang yang handal. Apalagi, jika Anda masih amatir, Anda membutuhkan ide dan dukungan moral maupun material. Jadi, sebaiknya carilah rekan bisnis yang mau diajak kerjasama untuk mengembangkan usaha.

Jadilah tidak nyaman
Kenyamanan tidak membuat Anda maju. Sedangkan ketidaknyamanan dalam bisnis menuntut Anda terus berpikir dan bergerak maju. Ketidaknyamanan lebih dimaksudkan ke arah ketidakpuasan dalam pencapaian bisnis.

PERSIAPKAN MENTAL

Semua bisnis tidak terkecuali bisnis kecil, menengah, sampai bisnis yang besar pasti memilik 'chance' untuk rugi.
Dalam memulai bisnis kita jangan terlalu mempersiapkan diri untuk sukses, mengapa? karena TIDAK ADA ORANG DI DUNIA INI YANG MENOLAK KESUKSESAN. (bener kan?) jadi kita harus mempersiapkan segala kemungkinan terburuk. Bukan berarti kita pesimis, tapi kita mempersiapkan mental supaya kita tidak terlalu stres ketika bisnis kita tidak sukses nantinya. Contoh sederhana ketika orang sudah memulai bisnis tanpa melakukan forecast yang pasti tiba2 bisnisnya colapse dan akhirnya bangkrut. apa yang terjadi ketika dia tidak siap mental? ya.. bisa gila gan.

PANTANG MENYERAH

Kalo agan terjun ke dunia bisnis, terus agan mengalami kerugian, jangan menyerah buat melakukan bisnis yang lain, justru jadiin pelajaran untuk melakukan bisnis selanjutnya!

PS: kadang orang yang amatir/newbie di dunia bisnis pasti ga sabar buat mencapai profit, tapi tenang gan.. yang namanya untung itu butuh proses.
klo bisnis udah jalan pertama kita fokus ke pelayanan kita dan kualitas barang/jasa dengan efektif dan efisien. jangan terburu-buru untung mendapatkan untung, di awal bisnis yang harus kita kejar adalah "turnover" nya. kalo sudah tercapai "Turnover" nya sudah bisa dibilang bisnis kita tidak mengalami kerugian.

BERANI RUGI

Kalo kita ga berani rugi percuma mau mulai bisnis gan
seperti banyak orang mengalami kerugian yang besar seperti sodara ane yang jadi agen pulsa besar di provinsi lain. tapi dia tetep berusaha membalikkan keadaan kembali
ada pula yang setelah mengalami kebangkrutan dia tidak berani mengembalikan keadaannya. karena dia stres akan hutang dan lain lain, semua itu memang sulit tapi itu semua pasti ada jalan

Karena RUGI yang membuat kita menjadi belajar akan kesalahan kita dari berbisnis. ini juga sebagian dari kisah ane SODARA DAN TETANGGA ANE yang bangkrut tapi masih bisa bangkit gan

kenapa koq harus berani rugi, kenapa ga berani untung?

Dalam mengawali mengkonsep sebuah bisnis, saya pribadi selalu terinspirasi dengan perkembangan konsep pemasaran yang terjadi. Dahulu Produsen atau dalam hal ini pengusaha selalu berusaha menjual produk yang mereka bisa buat. Secara sederhana kalau saya bisa membuat sandal model japit karet, maka saya akan membuat sandal model japit karet baru kemudian berpikir bagaimana cara menjualnya. Kendalanya adalah tidak semua orang akan menyukai produk buatan saya, dan saya juga akan bingung bagaimana dan kepada siapa saya menjualnya. Paradigma itu mulai berubah semenjak tahun 90-an, konsep pemasaran mulai merubah titik fokusnya dari produk ( Product Concept ) menjadi fokus kepada konsumen ( Costumer Concept ).

Konsumen saat ini menjadi bagian terdepan dalam Ilmu marketing. Saat ini sebelum membuat sebuah produk para marketer akan melakukan Riset terlebih dahulu kepada para konsumennya, baru setelah itu baru membuat produk. Jadi menurut saya langkah pertama yang perlu dilakukan adalah

1. MENANGKAP PELUANG PASAR.
Jika bingung ingin memulai usaha apa, coba saja kita lihat di keadaan lingkungan sekitar kita. kita bisa memulai dari hal - hal yang paling kecil seperti apa yang sedang tren dilingkungan kita, makanan jenis baru yang mulai di gemari di lingkungan kita, atau kita menemukan hal - hal kecil yang dapat kita manfaatkan. Contoh : misalnya saat ini sedang Nge-hit komunitas sepeda, ini tentu bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan..... Dari mulai menjual produk sepeda, spare part, aksesoris tambahan dll. atau kita juga bisa menawrkan produk jasa seperti : jasa modifikasi, jasa perbaikan, jasa persewaan sepeda ( yang ini sejauh ini saya melihat belum ada di Pasar, patut dicoba . Menangkap peluang memang butuh sensitifitas, tetapi yakinlah hal ini bisa dilatih.

2. MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH
JIka kita bingung mau usaha apa, kita bisa saja memodifikasi usaha yang sudah ada. Bukan cuma meng - copy paste akan tetapi kita perlu menganalisa terlebih dahulu Konsumen dari usaha tersebut dan kemudian dengan kreatifitas kita memodifikasi usaha tersebut.

yaaah mungkin dengan 2 hal tersebut dapat mendorong kita untuk bisa mendapatkan ilham untuk mau memulai usaha apa,,,,, semoga bermanfaat

"Membuat Rencana GAGAL” atau “Gagal membuat Rencana"


Saya yakin banyak di antara kita yang sudah mempunyai target atau keinginan untuk dicapai di tahun 2011. Tapi apakah kita sudah membuat target atau rencana tertulis? Kalau cuma sekedar “Saya ingin tahun 2011, lebih baik” wah, maaf itu “OMONG KOSONG”.

Kita harus membuat rencara tertulis dan detail, jadi harus di tulis! tulis! dan tulis!

Jika ingin ada perubahan yang monumental, maka kita harus memulai dengan langkah di antaranya :

1. Buat rencana tertulis (kalau bisa divisualisaikan), misalnya :

Pekerjaan :
Saya ingin naik jabatan atau karir!

Saya ingin punya proyek baru! Saya ingin punya bisnis baru!

Keuangan :
Saya ingin penghasilan meningkat!

Aset :
Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah!

Keluarga :
Saya ingin anak-anak lebih baik

Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis.

Keagamaan :
Saya ingin iman meningkat

Kepribadian :
Saya ingin menjadi lebih baik

Catatan: Kalau perlu rencana jangka panjang.
Tulis dream atau keinginan setinggi-tingginya jangan batasi dengan kemampuan yang ada saat ini.

Jack Canfield pernah menulis cek US$ 100.000 untuk dirinya, ia tidak tahu nanti dapat dari mana, pokoknya dia tulis dan ditempel di langit2 tempat tidurnya. Tiba-tiba ia dapat bisnis dan untung US$ 100.000.

Lalu ia pikir, kenapa tidak coba????

US$ 1 juta, lalu ia tulis check untuk dirinya senilai US$ 1 juta.

Dan ia berhasil mendapat US$ 1 juta pertamanya dari buku Chicken Soup of the Soul.


Bill Clinton memajang gambar gedung putih di depan meja kerjanya, setiap hari ia melihat gambar gedung putih dan percaya “One day I will be there” dan ia menjabat 2 kali masa jabatan.

2. Target harus detail. Kalau cuma sekedar tulisan di atas , masih “SAMA AJA BOHONG”, juga tidak banyak merubah apa apa, tapi rencana harus detail.

Pekerjaan:
Saya ingin naik jabatan atau karir! (Naik jadi apa, penempatan di mana?).

Saya ingin punya proyek baru! (Proyek sebesar apa? Dimana?).

Saya ingin punya bisnis baru! (Bisnis bidang apa? mulai bisnis di mana?)

Keuangan:
Saya ingin penghasilan meningkat! (Penghasilan dari mana? dari pekerjaaan sekarang saja?

atau dari penghasilan lain?)

Aset :
Saya mau punya mobil baru! (Merknya apa? warnanya apa? automatic atau manual?)

Saya mau beli rumah! (Sebesar apa? lokasinya?)

Keluarga:
Saya ingin anak-anak lebih baik (Jadi lebih baik bagaimana? tidak berbohong lagi? Tidak pre occupied dengan Handphone, tidak membuat masalah? )

Saya ingin hubungan suami istri lebih harmonis. (harmonis bagaimana? tidak berdebat lagi? hindari kekerasan? lebih sering jalan2, kurangi shopping - wah bad idea buat ibu-ibu ya-, lebih sering di rumah?)

Keagamaan:
Saya ingin iman meningkat (apa sering ke rumah ibadah, perbanyak puasa senin kamis, perbanyak tahajud, menambah hapalan?, ikut pengkajian agama?)

Kepribadian :
Saya ingin menjadi lebih baik (jadi lebih jujur, tidak suka emosional, dsb)
3. Buat rencana, check list dan pentahapan untuk mencapai target

Rencana cuma dua ” Membuat Rencana GAGAL” atau “Gagal membuat rencana”

Semua pasti tidak mau membuat rencana gagal, tapi banyak yang gagal membuat rencana.

Kita harus membuat tahapan untuk mencapat target kita. Salah satu kunci kesuksesan Michael Jordan adalah, ia selalu membuat target dan menyederhanakan pentahapannya.

Dalam setiap pertandingan ia mempunyai target skor pribadi.

Lalu ia membagi, setiap 5 menit berapa skor yang harus dicapai

Setiap satu menit harus berapa.

Jadi dalam pertandingan ia sudah mengukur targetnya tercapai atau tidak, kalau belum ia tingkatkan mobilitasnya.

Kalau ada yang memblok Jordan, seusai pertandingan ia mencata-nama nama yang membloknya.

Dan di masa depan ia bertekad menaklukkan mereka.


Sekarang bagaimana rencananya, tahapannya?

Pekerjaan:
Saya ingin naik jabatan atau karir! (lewat jalur mana, harus melakukan apa?)

Saya ingin punya proyek baru! (hubungi siapa, mengirim proposal kemana?)

Saya ingin punya bisnis baru! (siapa partnernya? dimana bukanya?)

Keuangan:
Saya ingin penghasilan meningkat! (Sumbernya dari mana, selain pekerjaan sekarang?)

Aset:
Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah! (Sistem pembayarannya? Ke Bank mana apply?)

Keluarga:
Saya ingin anak-anak lebih baik (Acara apa yang sebaiknya diadakan untuk mempererat keluarga, jalan jalan kemana?)

Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis (harus buat program apa? honey moon lagi?)

Keagamaan:
Saya ingin iman meningkat (mau ikut pengkajian agama di mana, siapa guru agama yang OK, kumpul dengan komunitas apa sebaiknya?)

Kepribadian:
Saya ingin menjadi lebih baik (Baca buku apa sebaiknya, kumpul dengan siapa sebaiknya)

Ini sekedar ide, silahkan buat plan masing-masing.
Anda akan takjub menyadari betapa plan tertulis untuk pribadi akan begitu powerful untuk mengubah hidup Anda.

Tehnik Membaca Cepat


Pernahkah kita membayangkan bisa membaca cepat 1.000 kata per menit? Mendiang Presiden AS, John F. Kennnedy sudah membuktikannya. Mantan presiden AS lainnya, Theodore Roosevelt, bisa membaca tiga buku setiap harinya, padahal jadwal kegiatannya padat sekali. Sedang kita, lebih sering membiarkan tumpukan buku menganggur tak terbaca. Alasannya, apalagi kalau bukan kekurangan waktu.
Sebenarnya, waktu tidak bisa dijadikan alasan. Buktinya kedua presiden AS tersebut bisa membuktikan, biar sibuk mereka tetap bisa membaca buku. Mereka bisa karena memiliki kemampuan membaca cepat. Kita juga bisa. Masalahnya apakah kita mau? Karena membaca cepat sangat membutuhkan keberanian kita untuk mengubah kebiasaan.
Langkah pertama adalah buat prioritas membaca. Artinya, pilih bagian-bagian yang memang perlu buat diketahui dan menambah informasi. Jangan membaca yang tidak dibutuhkan. Kalau memang masih mempunyai waktu luang, barulah membaca yang menarik perhatian.
Hal penting dalam membaca adalah memahami ide bacaan. Tidak perlu memahami seluruh isi bacaan, cukup 80% saja. Ide pokok bacaan meliputi : ide pokok buku keseluruhan, ide pokok bagian bab dan ide pokok paragraf. Ide pokok bisa didapat dengan membaca garis besar untuk mendapatkan ide bacaan (skimming).
Kunci untuk membaca cepat adalalah kesadaran bahwa tidak setiap kata yang tercetak di dalam buku harus dibaca. Tidak semua detail dalam bacaan harus dipelajari. Membaca keseluruhan kata dalam kalimat tidaklah efisien karena menghabiskan waktu. Carilah kata kuncinya saja.
Supaya kemampuan membaca kita menjadi lebih cepat dan efisien, usahakan untuk tidak membaca dengan mengeluarkan suara, melakukan gerakan bibir dan mengikuti gerakan jari atau kepala. Cobalah membaca dengan hanya mengandalkan gerakan mata. Konsentrasilah untuk mendapatkan ide dan jangan melamun.
Cara efektif supaya mengetahui ide bacaan adalah dengan membaca ringkasannya atau melihat materi dalam daftar isi. Tidak ada salahnya membuat catatan kecil atau ringkasan. Ini memudahkan kita jika suatu waktu membutuhkan kembali informasi tersebut. Selamat membaca (cepat).

Mengenal Beragam Kecerdasan


Kecerdasaan yang dimiliki seseorang ternyata tidak hanya sebatas kecerdasan intelektual (IQ) semata seperti yang selama ini kita kenal. Ada beberapa kecerdasan yang ikut mempengaruhi jalan keberhasilan dan kebahagiaan kita. Menurut peneliti Howard Gardner dalam buku "Multiple Intelligences", setidaknya ada sembilan macam kecerdasan yang ada pada manusia.
Gardner menyebutkan ada 9 kecerdasan yang mungkin dimiliki seseorang :
v       Kecerdasan Pertama : logis-matematis
v       Kecerdasan Kedua : linguistic-verbal (kebahasaan)
v       Kecerdasan Ketiga : spasial-visual
Kecerdasan Keempat : musikal
v       Kecerdasan Kelima : kinestetik-ragawi
v       Kecerdasan Keenam : naturalis
v       Kecerdasan Ketujuh : intrapersonal
v       Kecerdasan Kedelapan : interpersonal
v       Kecerdasan Kesembilan : eksistensial
Kecerdasan matematika-logika dan kecerdasan bahasa sering dikategorikan sebagai kecerdasan intelektual yang dulu sering dianggap sebagai faktor kepintaran seseorang. Padahal ada kecerdasan visual, musikal dan kinestetik-ragawi yang juga bisa mempengaruhi keberhasilan dalam dunia kerja. Enam kecerdasan tersebut bisa dikelompokan sebagai kategori keterampilan yang setidaknya harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat bertahan hidup.
Tiga kecerdasan berikutnya, yakni naturalis, intrapersonal dan interpesonal dapat membantu seseorang untuk meraih kesuksesan dalam berkarir, berkeluarga dan hubungan antar sesama dan juga terhadap alam. Kecerdasan ini mencakup kemampuan membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi, serta hasrat keinginan diri sendiri dan orang lain. Salah satu peneliti yang mendukung kecerdasan emosi ini adalah Daniel Goleman, yang terkenal dengan bukunya, Emotional Intelligence.
Sedang kecerdasan spiritual dapat membantu seseorang untuk menemukan kebahagiaan dalam hidupnya karena sudah menyadari makna hidup itu sendiri. Seseorang yang mengasah kecerdasan spiritualitasnya akan memiliki kelebihan yang terlihat dari integritas, karakter dan nilai hidup yang dimilikinya.
Beragam aspek kecerdasan dalam diri seseorang secara bersama-sama membangun tingkat kecerdasan orang tersebut. Kecerdasan beragam inilah yang membuat masing-masing orang memiliki kepribadian yang unik dan tidak sama satu dengan yang lainnya. Seseorang bisa memiliki beberapa bahkan semua kecerdasan tersebut dengan selalu mengasah dan melatih semua potensi yang ada pada dirinya.
Konsep kecerdasan majemuk yang digagas oleh Howard Gardner ini telah mengoreksi keterbatasan cara berpikir konvensional yang seolah-olah hanya melihat kecerdasan dari nilai ujian atau tes intelegensi semata. Padahal untuk memperoleh kesuksesan dan terlebih kebahagiaan dalam hidup lebih banyak disumbangkan oleh kecerdasan yang bermuara dari hati.

Memelihara Kecerdasan Emosional


Kecerdasan otak (IQ) ternyata bukan satu-satunya kunci yang dapat mengantarkan kita ke jenjang sukses. Ada kecerdasan emosional yang juga punya peranan penting untuk pengembangan diri kita.
Sesuai namanya, kecerdasan emosional atau EQ adalah kemampuan kita untuk mengenali dan mengelola segala emosi yang ada pada diri kita. EQ mencakup motivasi diri, bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stress sehingga memiliki kegembiraan, kesedihan, kemarahan yang tidak berlebihan.
Cakupan lainnya yakni kemampuan untuk memahami orang lain, membina hubungan dengan orang lain, berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi.
Memang cukup luas bidang yang dimotori oleh EQ ini. Bagaimana caranya supaya kita dapat selalu mempertahankan EQ dalam kondisi prima? Berikut beberapa tips mengelola EQ yang dapat kita terapkan sehari-hari.
Pertama, kenali dan lepaskan emosi negatif seperti sedih, marah atau frustasi. Pahami dampak emosi negatif terhadap diri kita. Usahakan supaya pikiran kita tidak dikuasai oleh perasaan negatif yang sedang melanda hati.
Kedua, kelola emosi diri kita. Emosi merupakan sinyal bagi kita agar melakukan tindakan untuk mengatasi perasaan yang sedang terjadi pada diri kita. Jika kita mampu mengendalikan dan mengatasi emosi dengan gembira maka kita cenderung akan sukses dalam berbagai hal.
Ketiga, motivasi diri sendiri. Keterampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja tinggi dalam segala hal. Motivasi memacu diri kita untuk lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang kita kerjakan.
Keempat, kenali dan kelola emosi orang lain. Kemampuan ini merupakan pilar hubungan sosial yang dapat memberi efek yang hebat dalam hubungan antar pribadi, antar organisasi dan antar korporasi. Kecerdasan emosional kita akan menjadi sempurna bila dilengkapi dengan kemampuan memotivasi orang lain, yang merupakan bentuk lain dari jiwa pemimpin.
Langkah-langkah di atas berlaku secara berurutan. Kita bisa memotivasi diri kalau kita sudah mengenal emosi diri sendiri terlebih dahulu. Selanjutnya, kita akan mampu memotivasi orang lain apabila kita sudah bisa memoitvasi diri sendiri.

Kenapa Bisa Terjadi Stres dan Depresi?


Satu penyakit yang cukup populer melanda remaja saat ini adalah penyakit yang merupakan manisfestasi dari stress, macam depresi, kecemasan, pola makan tidak teratur, penyalahgunaan obat sampai penyakit yang berhubungan dengan fisik seperti pusing serta ngilu pada sendi.
Sama halnya pada orang dewasa, stress bisa berefek negatif pada tubuh remaja. hanya saja perbedaannya ada pada sumbernya dan bagaimana mereka merespon penyakit tersebut. Reaksi mereka tersebut ditentukan oleh suasana dan kondisi kehidupan yang tengah mereka alami.
Stress pada anak remaja umumnya dipicu dari beberapa kejadian di bawah ini :
1.          Kehilangan orang atau sesuatu yang disayangi.
2.          Konflik keluarga seperti perceraian atau pertengkaran orang tua.
3.          Suasana baru karena pindah rumah atau sekolah.
4.          Penyakit yang menimpa anggota keluarga, seperti depresi atau ketergantungan obat.
5.          Pengaruh teman gang.
6.          Kegagalan.
7.          Tuntutan kesempurnaan dari lingkungan atau diri sendiri.
8.          Dorongan rasa marah atau melawan.
9.          Perubahan mood atau suasana hati tidak stabil.
10.      Pencarian jati diri.
11.      Keinginan untuk hidup berpisah dari orang tua dan menjadi seseorang yang mereka inginkan.
Depresi berbeda dengan rasa sedih, kecewa atau berkabung. Tiga reaksi terakhir adalah sesuatu yang wajar umum terjadi apabila seseorang mengalami kekecawaan atau kehilangan sesuatu yang berharga, termasuk mengalami peristiwa yang sangat traumatik. Biasanya reaksi diatas akan berakhir dengan sendirinya seiring dengan waktu dan berkat dorongan dari orang-orang terdekat.
Seseorang yang dalam waktu tempo normal tidak bisa bangkit dari perasaan-perasaan tersebut maka kemungkinan besar orang tersebut mengalami depresi. Sayangnya banyak orang yang masih salah dalam mengenali gejala awal dari depresi ini, yang memang mirip dengan gejala flu, gangguan tidur atau makan.
Berikut adalah gejala-gejala depresi yang biasanya berlangsung terus menerus dan lebih dari dua minggu :
1.          Hilang minat terhadap kegiatan yang disenangi.
2.          Hilang selera makan, yang berujung pada penurunan berat badan.
3.          Terlihat lelah, atau kekurangan energi. Memiliki perasaan tidak berharga dan tidak memiliki harapan.
4.          Rasa bersalah yang tidak pada tempatnya.
5.          Tidak mampu berkonsentrasi dan berpikir jernih.
6.          Melankolik (rasa sedih berlebihan) yang biasanya disertai bangun pagi terlambat dua jam dari biasanya, rasa tidak berdaya di pagi hari dan bergerak lebih lamban.
7.          Pusing atau sakit perut.
8.          Miliki keinginan atau harapan untuk mati, bahkan bunuh diri.
Satu hal yang penting dicermati adalah remaja punya kecenderungan untuk merespon stress berdasarkan situasi dan kondisi mereka pada saat itu juga. Karena mereka masih minim pengalaman dalam meletakkan segala sesuatu secara perspektif maka mereka pun jadi cenderung untuk melihat ke hal-hal yang lebih sepele sifatnya.
Solusinya adalah dengan membiasakan anak-anak remaja kita untuk bereaksi secara sehat, yang tentunya harus dicontohkan pula oleh lingkungannya. Bereaksi secara sehat adalah misalnya dengan mengekpresikan segala sesuatu dengan wajar ( tidak menangis atau berteriak ), melatih tehnik relaksasi dengan musik, meditasi dan olah raga, serta membiasakan untuk berpikir secara seimbang sehingga mereka tidak membesar-besarkan suatu masalah.
Cara orang tua bereaksi terhadap stress sangat berpengaruh kepada sikap anak remajanya. Kalau Anda selalu berteriak, menyalahkan atau menggunakan obat setiap kali mendapat tekanan stress, bisa dipastikan anak Anda akan melakukan hal yang sama pula.

Kelola Stres dengan Baik dan Benar


Apa itu sebenarnya stres? Stres adalah suatu kondisi psikologis/jiwa kita yang sedang tertekan. Jika stress terus berlanjut, kita bisa menjadi depresi dan yang pasti bakal merugikan tubuh kita sendiri.
Nah, apa yang menyebabkan psikologis/jiwa kita tertekan? Penyebabnya beragam. Stres terbesar pada remaja biasanya pencarian jati diri, hubungan dengan orangtua, pergaulan dengan teman, dan masalah prestasi sekolah. Sedang orang dewasa sering mengalami stres karena masalah hidup di kota, pekerjaan yang bersaing dan menuntut serta hubungan dalam keluarga.
Faktor lainnya yang juga berperan banyak adalah lingkungan tempat tinggal dan bekerja. Pencemaran, kebisingan, kemacetan, lingkungan yang kumuh dan sampah di jalanan dapat menciptakan frustasi pada masyarakat yang tinggal. Stres yang disebabkan oleh lingkungan macam ini dapat membangkitkan rasa marah dan agresi.
Stres atau kondisi apa pun yang membebani pikiran dapat menganggu keseimbangan metabolisme tubuh. Contoh yang paling sering adalah gangguan pada koordinasi saraf pada saluran pencernaan. Pada orang stres, gejalanya adalah diare. Ini terjadi karena gerakan usus yang diatur oleh saraf menjadi lebih cepat daripada biasanya. Akibatnya, timbul gejala seperti nyeri perut atau diare.
Sekarang bagaimana solusinya? Pertama, hindari stres dengan cara yang benar, yakni berpikir positif. Misal kita mau ujian, pusatkan konsentrasi pada materi pelajaran saja. Jangan berpikir soal hasil dulu. Kadang yang membuat kita kalah sebelum bertanding adalah rasa takut yang ada di benak kita, sehingga kita jadi nggak bisa beneran. Kalaupun hasilnya belum maksimal jangan langsung drop atau kecewa banget. Lebih baik kita cari di mana kesalahannya daripada menyesali nasib.
Solusi kedua adalah hadapi stres dengan baik dan benar. Caranya adalah dengan merenung sebentar sebelum tidur. Pikirkan masalah yang terjadi, lakukan evaluasi, kemudian coba cari solusinya. Terus jangan lupa akan satu hal, jaga kondisi tubuh dengan optimal. Kita bisa olahraga dengan teratur, makan makanan bergizi tepat dan istirahat yang cukup. Terakhir, banyaklah berdoa karena pada akhirnya yang menentukan suatu hasil adalah Tuhan jua.
 

Tukeran Link

Mengenai Saya

Foto saya
Hello,My name is Ahmad makmuri. I’m 28 years old, now i live at Jakarta indonesia. You Can call me Muri. I was born in Pemalang Central Java which is one of popular city in Indonesia. I am second son in my family. in 2007-2009 i’m busy with two business Offline, that business is top up reload pulse unit for time used. in 2009 I try to study make good blog and study Internet Marketing. I study about how to become an Internet Marketer and trading forex with robot. And this blog I dedicate to all of people in the world. Now i'm studi about forex trading manual. I hope I will be one of trader forex Indonesia expecially from Pemalang. I thanks to my family that they give me oppourtunity to study at university and I hope I can make them happy and always be happy family. I Hope I will always want to be a good boy in my family and can get everything I want in my life. Succes in life and here after.